Lirik Lagu Hymne Pramuka dan Download Mp3

Lirik Himne Pramuka, Video Lirik dan juga Hymne Pramuka mp3, semuanya dapat sobat dapatkan di halaman ini. Untuk Download Dunia Lirik sudah menyiapkan link nya khusus untuk sobat.

Inilah penjelasan Tentang Hymne Pramuka
Judul Lagu
: Hymne Satya Dharma Pramuka
Ciptaan
: Husein Mutahar
Gender
: Hymne Organaisasi

Lirik Hymne Pramuka dapat sobat baca setelah video di bawah ini:



Dalam video di atas, terdapat lirik Hymne Pramuka yang jelas dan enak di baca, dilengkapi dengan gambar latar yang dapat memperindah tampilan video liriknya. So,, Silahkan di lihat ya sob..

Dan bagi yang ingin membaca liriknya saja, ada dibawah ini

Lirik Hymne Pramuka


HYMNE SATYA DHARMA PRAMUKA
Kami Pramuka Indonesia
Manusia Pancasila
Satyaku ku dharmakan
Dharmaku ku baktikan
Agar jaya Indonesia
Indonesia tanah airku
Kami jadi pandu mu

Sudah hafal Mars Pramuka?,
Jika belum sobat perlu membaca ini Lirik Lagu Mars Pramuka (Jayalah Pramuka) dan Download Mp3

Dapatkan lagu Hymne Pramuka ini sekarang juga!

Download Hymne Pramuka format mp3
Untuk Download Hymne Pramuka dalam format mp3, silahkan sobat buka link downloadnya yang sudah admin siapkan, disini: Hymne Pramuka Mp3

Hymne Pramuka merupakan sebuah lagu yang selalu dinyanyikan dalam acara-acara resmi Pramuka, dan seorang anggota Pramuka harus hafal lagu ini.

Pencipta lagu Hymne Pramuka adalah Husein Mutahar.


Berikut ini profil Pencipta Hymne Pramuka 

Admin mengutipnya dari https://id.wikipedia.org

Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad al-Muthahar atau yang lebih dikenal dengan nama H. Mutahar (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 5 Agustus 1916 – meninggal di Jakarta, 9 Juni 2004 pada umur 87 tahun), adalah seorang komponis musik Indonesia, terutama untuk kategori lagu kebangsaan dan anak-anak.

Lagu ciptaannya yang populer adalah hymne Syukur (diperkenalkan Januari 1945) dan mars Hari Merdeka (1946).Karya terakhirnya, Dirgahayu Indonesiaku , menjadi lagu resmi ulang tahun ke-50 Kemerdekaan Indonesia. Lagu anak-anak ciptaannya, antara lain: "Gembira", "Tepuk Tangan Silang-silang", "Mari Tepuk", "Slamatlah", "Jangan Putus Asa", "Saat Berpisah", dan "Hymne Pramuka".

Karier
Ia mengecap pendidikan setahun di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada periode 1946-1947, setelah tamat dari MULO B (1934) dan AMS A-I (1938).[3] Pada tahun 1945, Mutahar bekerja sebagai Sekretaris Panglima Angkatan Laut RI di Jogjakarta, kemudian menjadi pegawai tinggi Sekretariat Negara di Jogjakarta (1947). Selanjutnya, ia mendapat jabatan-jabatan yang meloncat-loncat antardepartemen. Puncak kariernya barangkali adalah sebagai Duta Besar RI di Tahta Suci (Vatikan) (1969-1973). Ia diketahui menguasai paling tidak enam bahasa secara aktif. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Pejabat Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri (1974).

Kepanduan
Mutahar aktif dalam kegiatan kepanduan. Ia adalah salah seorang tokoh utama Pandu Rakyat Indonesia, gerakan kepanduan independen yang berhaluan nasionalis. Ia juga dikenal anti-komunis. Ketika seluruh gerakan kepanduan dilebur menjadi Gerakan Pramuka, Mutahar juga menjadi tokoh di dalamnya. Namanya juga terkait dalam mendirikan dan membina Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), tim yang beranggotakan pelajar dari berbagai penjuru Indonesia yang bertugas mengibarkan Bendera Pusaka dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Paskibraka
Sebagai salah seorang ajudan Presiden, Mutahar diberi tugas menyusun upacara pengibaran bendera ketika Republik Indonesia merayakan hari ulang tahun pertama kemerdekaan, 17 Agustus 1946.Menurut pemikirannya, pengibaran bendera sebaiknya dilakukan para pemuda yang mewakili daerah-daerah Indonesia. Ia lalu memilih lima pemuda yang berdomisili di Yogyakarta (tiga laki-laki dan dua perempuan) sebagai wakil daerah mereka.

Pada tahun 1967, sebagai direktur jenderal urusan pemuda dan Pramuka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Mutahar diminta Presiden Soeharto untuk menyusun tata cara pengibaran Bendera Pusaka. Tata cara pengibaran Bendera Pusaka disusunnya untuk dikibarkan oleh satu pasukan yang dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok 17 sebagai pengiring atau pemandu; kelompok 8 sebagai kelompok inti pembawa bendera; kelompok 45 sebagai pengawal. Pembagian menjadi tiga kelompok tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Keluarga
H. Mutahar tidak menikah, namun mempunyai 8 anak semang (6 laki-laki dan 2 perempuan). Sebagian merupakan ”se­rahan” dari ibu mereka yang janda atau bapak me­reka beberapa waktu sebelum meninggal dunia. Ada pula bapak/ibu yang sukarela menyerahkan anaknya untuk diakui sebagai anak sendiri. Semua sudah beru­mah tangga dan mempunyai 15 orang cucu (7 laki-laki dan 8 perempuanH. Mutahar tidak menikah, namun mempunyai 8 anak semang (6 laki-laki dan 2 perempuan). Sebagian merupakan ”se­rahan” dari ibu merekayang jand atau bapak me­reka beberapa waktu sebelum meninggal dunia. Ada pula bapak/ibu yang sukarela menyerahkan anaknya untuk diakui sebagai anak sendiri. Semua sudah beru­mah tangga dan mempunyai 15 orang cucu (7 laki-laki dan 8 perempuan).

Meninggal dunia
Mutahar meninggal dunia di Jakarta pada usia hampir 88 tahun, 9 Juni 2004 akibat sakit tua. Selama hidupnya ia tidak pernah menikah. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Lirik Lagu Hymne Pramuka dan Download Mp3